APA ITU FARMASI? CHAPTER 1


Oleh : Mariyatul Qibtiyah


Ilustrasi Pharmacist atau Apoteker

Bagi sebagian besar siswa SMA sederajat, jurusan ini terasa sangat asing. Apa yang akan dipelajari saat menekuni farmasi,  bagaimana bekerja setelah menjadi sarjana farmasi,  atau bahkan pengertian farmasi sendiri itu apa masih sangat kabur untuk sebagian besar orang. Sebelum mengenal lebih jauh apa itu farmasi, hal apa saja yang dipelajari di dalamnya serta peluang kerja apa saja yang dapat ditekuni jika menjadi lulusan farmasi ada baiknya mengenal dasar-dasar ilmu yang dipelajari di farmasi, karena pengetahuan akan hal ini setidaknya menjadi gambaran kasar untuk calon mahasiswa apakah dapat bertahan di jurusan yang seringkali masuk nominasi jurusan ‘tersulit’ ini.
Apa yang terbayang jika mendengar kata ‘FARMASI’? Obat? Apotek? Rumah sakit? Kimia? Ya! Sebagian besar orang akan menjawab demikian. Tentu saja ini berkaitan erat dengan dunia  kefarmasian. Eits! Namun jangan salah, farmasi tidak melulu berkutat dengan empat kata hasil brainstorming diatas. Memang pada dasarnya farmasi berkutat tentang obat, obat dan obat. Namun jangan hanya membatasi fikiran hanya untuk obat yang sudah jadi dan beredar dipasaran, rumah sakit, atau apotek-apotek saja.
Perlu diketahui, ranah farmasi bukan hanya sebatas menyediakan obat di apotek atau instalasi farmasi rumah sakit saja. Proses penemuan senyawa obat yang kebanyakan berasal dari bahan alam, proses pembuatan obat yang membutuhkan kemampuan formulasi yang baik, kemampuan menguasai instrumen industrial dalam proses produksi obat dari skala instalasi rumah sakit sampai skala industri, proses evaluasi sediaan obat yang sudah jadi, kemampuan manajemen produksi obat, kemampuan memperhitungkan nilai ekonomis suatu sediaan obat, pemahaman terhadap undang-undang pembuatan dan penggunaan obat yang baik serta kemampuan lainnya sangat erat kaitannya dengan dunia farmasi. Dengan demikian, ilmu yang dipelajari di farmasi mencakup semua bidang sains yaitu kimia, biologi, matematika, fisika—dengan kimia sebagai titik berat materinya.
Semua ilmu eksakta digunakan dalam bidang kefarmasian karena farmasi sendiri adalah ilmu terapan. Jika sudah alergi terhadap ilmu eksakta terutama kimia, sebaiknya niat untuk masuk jurusan ini sudah sepatutnya difikirkan ulang dengan sangat hati-hati. Jangan menganggap ini sebagai momok menakutkan atau ancaman, jika kamu suka tantangan—kenapa tidak? Tapi, semuanya harus dibarengi dengan kemampuan, kemauan, usaha serta doa. Sudah punya gambaran kan tentang farmasi dan dasar ilmu yang dipakai? So, STAY TUNED FOR MY NEXT POST “Apa Itu Farmasi Chapter 2”

Komentar